Rekaman Suara Diduga Direktur PDAM Bantaeng Beredar, Solidaritas Rakyat Sulsel Desak Penelusuran Aparat

Bantaeng ,Merahputihindonesia.com- Dugaan persoalan proyek di tubuh Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kabupaten Bantaeng kembali mencuat ke ruang publik. Kali ini, perhatian tertuju pada beredarnya rekaman suara yang diduga melibatkan Direktur PDAM Bantaeng, dengan isi percakapan yang menyeret pembahasan proyek dan pengelolaannya.

Isu tersebut menuai respons keras dari Wawan Copel, Ketua Solidaritas Rakyat Sulawesi Selatan. Putra daerah Bantaeng itu menilai rekaman tersebut tidak bisa diperlakukan sebagai isu sepele, terlebih menyangkut institusi publik yang mengelola kebutuhan vital masyarakat.

Read More

“Jika rekaman itu benar dan autentik, maka ini sudah masuk wilayah serius. Bukan sekadar gosip, tetapi menyangkut integritas, transparansi, dan akuntabilitas pengelolaan uang rakyat,” kata Wawan Copel, Senin

Menurutnya, PDAM sebagai badan usaha milik daerah seharusnya berdiri di atas prinsip pelayanan publik yang bersih dan profesional. Beredarnya rekaman suara, ditambah minimnya penjelasan resmi, justru memperlebar ruang kecurigaan di tengah masyarakat.

“Rekaman itu beredar luas dan didengar publik. Jika tidak ada yang disembunyikan, maka penjelasan harus disampaikan secara terbuka, bukan diam atau berkelit,” ujarnya.

Wawan Copel menegaskan, persoalan tersebut tidak cukup disikapi dengan klarifikasi normatif atau bantahan sepihak. Ia mendesak aparat penegak hukum dan lembaga pengawas untuk segera melakukan penelusuran menyeluruh guna memastikan ada atau tidaknya pelanggaran.

“Ini berkaitan dengan proyek, kewenangan, dan uang publik. Negara tidak boleh absen. Aparat harus memastikan semuanya berjalan sesuai aturan,” tegasnya.

Ia juga menyinggung masih banyaknya keluhan masyarakat terkait layanan PDAM, mulai dari distribusi air yang bermasalah hingga kualitas pelayanan. Kondisi ini, menurutnya, memperkuat pertanyaan publik mengenai prioritas dan orientasi manajemen PDAM.

“Ketika layanan dasar sering dikeluhkan, tetapi pembicaraan proyek justru mencuat, maka ada logika yang patut dipertanyakan. Ini harus dibuka secara terang,” lanjutnya.

Solidaritas Rakyat Sulsel, kata Wawan Copel, menyatakan siap mengawal isu ini agar tidak menguap tanpa kejelasan. Pihaknya menegaskan akan terus berdiri di barisan masyarakat untuk memastikan transparansi dan akuntabilitas lembaga publik.

“Ini bukan soal personal, tetapi soal keberanian membersihkan institusi. Jika ada yang bermain, maka konsekuensi hukumnya harus ditegakkan,” pungkasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *