Bulukumba,Merahputihindonesia.com — Di tengah derasnya arus digital yang menuntut segala sesuatu bergerak cepat, ironi justru dirasakan salah satu tukang servis handphone di Kelurahan Tanete, Kecamatan Bulukumpa. Sudah lima hari terakhir, jaringan IndiHome yang digunakannya dilaporkan tidak berfungsi, membuat aktivitas kerja dan pelayanan kepada pelanggan ikut lumpuh perlahan.
Bagi pelaku usaha kecil yang menggantungkan pekerjaan pada koneksi internet, gangguan ini bukan sekadar persoalan teknis biasa. Internet telah menjadi urat nadi pekerjaan mulai dari mengunduh perangkat lunak, melakukan pembaruan sistem, hingga berkomunikasi dengan pelanggan. Ketika jaringan mati, penghasilan pun ikut tersendat.
“Kami ini kerja pakai jaringan. Kalau kami telat bayar, cepat sekali kena denda. Tapi ketika jaringan bermasalah sampai berhari-hari, pelanggan seperti kami seolah dibiarkan menunggu tanpa kepastian,” keluhnya dengan nada kecewa.
Keluhan tersebut mencerminkan keresahan banyak pelanggan yang berharap pelayanan sebanding dengan kewajiban yang mereka tunaikan setiap bulan. Sebab di balik tagihan yang rutin dibayar, ada kebutuhan hidup dan roda usaha kecil yang terus bergantung pada stabilitas jaringan.
Di era ketika internet dipromosikan sebagai jembatan kemajuan, gangguan berkepanjangan justru terasa seperti tembok penghalang bagi masyarakat kecil yang sedang berjuang mempertahankan usahanya. Warga berharap pihak IndiHome dapat segera memberikan penanganan serius agar aktivitas masyarakat, khususnya pelaku usaha kecil di Bulukumpa, tidak terus dirugikan.
