Teror Curnak Berulang di Jawi-Jawi,Pemuda: Pos Ronda Harus Diaktifkan, Peran Bhabinkamtibmas Dipertanyakan

Bulukumba,Merahputihindonesia.com— Aksi pencurian ternak (curnak) kembali terjadi di Lingkungan Kampung Baru, Kelurahan Jawi-Jawi, Kecamatan Bulukumpa. Pada dini hari sekitar pukul 03.00 WITA, 2 ekor sapi milik warga bernama Olling dilaporkan hilang.

Korban sempat terbangun saat kejadian  dan mencoba mengikuti jejak pelaku di tengah gelapnya malam. Namun, upaya tersebut tidak membuahkan hasil. Jejak pelaku menghilang, meninggalkan kekhawatiran dan tanda tanya besar di tengah masyarakat.

Read More

Peristiwa ini bukan yang pertama. Dalam waktu yang berdekatan, kasus serupa telah berulang di lingkungan yang sama, dengan pola kejadian yang hampir identik, yakni saat warga terlelap di dini hari. Kondisi ini memunculkan dugaan adanya aksi yang terorganisir dan memanfaatkan lemahnya pengawasan lingkungan.

Keresahan warga pun semakin memuncak. Di tengah situasi tersebut, sorotan mulai mengarah pada efektivitas pengawasan serta peran Bhabinkamtibmas di tingkat kelurahan.

Perwakilan Pondok Pemuda Harapan, Feraldi secara terbuka mempertanyakan langkah pencegahan yang dilakukan, mengingat kejadian serupa terus berulang.

“Kami melihat kejadian ini sudah berulang, bahkan dengan pola yang sama. Pertanyaannya, di mana peran Bhabinkamtibmas dalam upaya pencegahan?” tegasnya.

Ia juga menekankan bahwa pemuda tidak tinggal diam menghadapi kondisi tersebut. Bahkan, langkah nyata telah dilakukan secara mandiri.

“Kami dari Pondok Pemuda Harapan di Bunga Harapan sudah melakukan ronda malam tanpa dukungan dari pemerintah. Ini kami lakukan karena situasi sudah sangat meresahkan,” lanjut Feraldi

Meski demikian, ia berharap adanya keterlibatan lebih serius dari pemerintah setempat, khususnya dalam mengaktifkan kembali sistem keamanan lingkungan.

“Kami meminta pihak kelurahan untuk segera mengaktifkan kembali pos-pos ronda yang ada di Kelurahan Jawi-Jawi, terkhusus di Lingkungan Kampung Baru yang rawan,” ujarnya.

Menurutnya, keamanan tidak bisa dibebankan hanya kepada pemuda, melainkan harus menjadi tanggung jawab bersama antara masyarakat dan pemerintah.

“Kalau hanya pemuda yang bergerak, ini tidak akan maksimal. Harus ada sinergi agar masyarakat benar-benar merasa aman,” tambahnya.

Sebagai langkah awal, warga bersama pemuda kini terus berupaya meningkatkan patroli malam dan menghidupkan kembali pos ronda. Namun, masyarakat berharap langkah tersebut segera mendapat dukungan penuh dari aparat dan pemerintah, agar upaya pencegahan dan penindakan dapat berjalan maksimal.

Hingga kini, warga menanti tindakan nyata untuk mengungkap pelaku di balik rangkaian aksi curnak tersebut, sebelum kejadian serupa kembali terulang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *