Rumah Hangus, Hidup di Tenda: Kisah Pilu Bapak Sangkala Korban Kebakaran di Balleangin

MerahPutihIndonesia.com – Bulukumba – Senyap malam di Dusun Balleangin, Kelurahan Ballasaraja, pecah oleh kobaran api yang melalap rumah warga beberapa hari lalu. Dari musibah itu, Bapak Sangkala menjadi salah satu korban yang kini harus menanggung derita paling berat.

 

Read More

Rumah yang selama ini ia tinggali , kini hanya menyisakan puing-puing hitam dan abu yang berserakan. Tak ada lagi tempat berteduh yang layak, tak ada lagi ruang sederhana tempat ia melepas lelah. Yang tersisa hanyalah halaman kosong, dan di sanalah Sangkala kini berdiam.

 

Dengan berat hati, ia mendirikan sebuah tenda darurat dari kain seadanya, menjadikannya sebagai atap pelindung dan alas untuk tidur setiap malam. Tenda yang tipis itu jelas tak mampu melawan dinginnya malam, panasnya siang, maupun derasnya hujan yang sewaktu-waktu bisa mengguyur.

 

“Tidak ada lagi yang tersisa, saya hanya bisa tidur di sini,” ucap Sangkala lirih, sembari menatap reruntuhan bekas rumahnya.

 

Lebih memilukan, ia kini tinggal seorang diri. Sehari-harinya, Sangkala bergantung pada bantuan warga sekitar yang sekadar memberi makanan atau pakaian seadanya. Namun, jelas bantuan itu tidak cukup untuk memulihkan kondisi kehidupannya.

 

Musibah ini menjadi potret nyata betapa rentannya masyarakat kecil ketika berhadapan dengan bencana. Kehilangan rumah bukan hanya soal atap yang hilang, tapi juga hilangnya rasa aman, kenyamanan, dan harapan.

 

Masyarakat sekitar berharap pemerintah dan berbagai pihak segera turun tangan membantu. Setidaknya, memberikan tempat tinggal sementara yang layak, perlengkapan dasar, serta perhatian serius agar korban tidak semakin terpuruk.

 

Solidaritas sosial kini sangat dibutuhkan. Uluran tangan semua pihak adalah harapan terakhir Sangkala untuk bisa bangkit kembali. Karena di balik tenda kecil yang menjadi rumah daruratnya, tersimpan kisah seorang manusia yang tengah berjuang melawan keterpurukan akibat musibah yang tak pernah ia bayangkan akan datang.

 

 

Redaksi 1

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *