Bulukumba.Merahputihindonesia.com —Di saat keluarga pasien berjuang antara cemas dan harap, beban lain justru datang dari tempat yang seharusnya memberi kemudahan. Tarif parkir di RSUD H.A Sultan Dg Radja kini menuai sorotan. DPRD dan Bupati Bulukumba didesak turun tangan meninjau sistem portal yang dikelola pihak ketiga, yang dinilai terlalu mencekik.
Bayangkan, hanya dua jam parkir, kendaraan roda empat dikenakan biaya Rp7.000. Angka yang mungkin tampak kecil bagi sebagian, namun terasa berat bagi mereka yang sedang dilanda musibah.
Adi Saputra, salah satu keluarga pasien, menyuarakan kegelisahannya. Ia mengaku harus membayar Rp7.000 untuk dua jam parkir.
“Kami ini sedang dalam kesusahan, seharusnya pemerintah hadir memberi keringanan, bukan justru menambah beban,” ujarnya lirih, menyimpan kecewa.
Nada yang lebih tegas datang dari Amar Ma’ruf, Ketua Komite Merah Putih Indonesia (KMPI) Bulukumba. Ia menilai kebijakan tersebut sudah melampaui batas kewajaran.
“DPRD dan pemerintah eksekutif harus hadir. Ini bukan sekadar soal parkir, tapi soal keberpihakan. Keuntungan dari sistem ini terkesan berlebihan, bahkan bisa mencapai 200 persen,” tegasnya.
Ia juga menambahkan, pihaknya akan menelusuri proses penunjukan pihak ketiga yang mengelola parkiran tersebut. Jika ditemukan kejanggalan, KMPI tidak akan ragu menempuh jalur hukum sebagai bentuk tanggung jawab terhadap kepentingan masyarakat.
Di tengah lorong rumah sakit yang sunyi dan penuh doa, seharusnya tidak ada ruang bagi kebijakan yang menambah luka. Ketika rakyat berharap uluran tangan, jangan sampai yang datang justru beban yang kian menekan.
