Bulukumba.Merahputihindonesia.com — Ketenteraman yang dulu terasa akrab di Lingkungan Kampung Baru, Kelurahan Jawi-Jawi, Kecamatan Bulukumpa, kini berubah menjadi kegelisahan yang merambat dari satu rumah ke rumah lain. Di kawasan Bunga Harapan, malam tak lagi sekadar waktu untuk beristirahat ia menjelma ruang sunyi yang menyimpan ancaman.
Dalam beberapa hari terakhir, sedikitnya empat ekor sapi milik warga dilaporkan hilang, dengan korban yang berbeda-beda. Warga pun bergerak, menyisir hingga ke wilayah Sinjai. Dari upaya itu, tiga ekor sapi berhasil ditemukan. Namun satu lainnya masih lenyap tanpa jejak, menyisakan tanya yang menggantung dan rasa kehilangan yang belum terobati.
Belum sempat luka itu mengering, peristiwa serupa kembali terjadi. Pada dini hari kamis 16 April pukul 03.00 WITA, dua ekor sapi milik warga bernama Olling dilaporkan hilang. Korban yang sempat terbangun mencoba mengejar, menapaki jejak di tengah gelapnya malam. Namun jejak itu terputus, seakan pelaku menyatu dengan pekatnya dini hari hilang tanpa sisa.
Rangkaian kejadian ini bukan yang pertama, dan tampaknya bukan pula kebetulan. Polanya serupa, waktunya sama saat warga terlelap dan pengawasan melemah. Dugaan adanya aksi yang terorganisir pun kian menguat, memanfaatkan celah di tengah lengahnya penjagaan.
Keresahan warga kini berada di titik yang sulit dibendung. Rasa aman yang dulu sederhana kini terasa mahal. Di tengah situasi ini, sorotan publik mulai mengarah pada efektivitas pengamanan lingkungan, termasuk peran aparat di tingkat kelurahan.
Suara keras datang dari Ketua MAC Laskar Merah Putih Indonesia (LMPI) Kecamatan Bulukumpa, Sul Rukka. Dengan nada tegas, ia mengecam keras rentetan peristiwa tersebut yang dinilai telah merusak rasa aman masyarakat, khususnya para peternak.
“Ini bukan sekadar kehilangan ternak, ini tentang rasa aman yang perlahan direnggut,” ujarnya.
Ia menilai Polsek Bulukumpa, terutama Kapolsek, gagal menjalankan perannya sebagai pelindung masyarakat. Menurutnya, sejak masa kepemimpinan saat ini, berbagai kejadian meresahkan terus bermunculan, dengan pencurian ternak sebagai yang paling menonjol. Dalam hitungan minggu, sudah tiga korban berjatuhan.
“Pertanyaannya jelas: apakah Polsek Bulukumpa mampu menyelesaikan kasus ini?” ucapnya, tajam.
Sul Rukka pun memberi ultimatum. Ia menegaskan bahwa dalam waktu dekat harus ada pelaku yang ditangkap. Jangan sampai kepercayaan masyarakat runtuh karena lambannya penanganan.
Jika tak ada langkah nyata, ia memastikan gelombang perlawanan akan bangkit. Bersama para pemuda dan warga, mereka siap turun ke jalan, menggelar aksi demonstrasi besar-besaran di depan Polsek Bulukumpa hingga Polres Bulukumba.
“Jangan biarkan kami kehilangan kepercayaan. Jika itu terjadi, kami akan datang dengan suara yang lebih besar,” tutupnya dingin, namun menghantam tepat di tengah kegelisahan yang kian membesar.
