KMPI Bulukumba Desak Polres Periksa SPBU Caile: Diduga Jadi Sarang Mafia BBM

MerahPutihIndonesia.com — Bulukumba – Ketua Komite Merah Putih Indonesia (KMPI) Kabupaten Bulukumba, Amar Ma’ruf, mendesak pihak Polres Bulukumba untuk segera turun tangan memeriksa aktivitas mencurigakan di SPBU Caile yang terletak di jalur utama kota Bulukumba. Ia menduga, SPBU tersebut tidak berdiri sendiri, melainkan memiliki jejaring kerjasama terselubung dengan mafia BBM yang kerap menimbun dan memperjualbelikan bahan bakar subsidi di luar ketentuan.

Amar mengungkapkan, aktivitas mencurigakan sudah berlangsung lama dan seolah dibiarkan tanpa pengawasan berarti. Ia menjelaskan bahwa hampir setiap malam terlihat mobil minibus, pick-up, bahkan truk berjejer di area sekitar SPBU Caile. Tak jarang, mereka mengisi BBM pada jam-jam yang tidak wajar, saat situasi sudah sepi dan lampu mesin solar menyala terang indikasi adanya pengisian besar-besaran.

Read More

Kami menduga ada praktik permainan kuota BBM bersubsidi yang melibatkan oknum SPBU dan pihak luar. Ini bukan rahasia lagi. Masyarakat sudah lama resah, tapi tidak ada langkah nyata dari aparat,” tegas Amar Ma’ruf , Kamis (9/10/2025).

 

Menurut Amar, indikasi keterlibatan mafia BBM di level lokal sudah sangat jelas. Ia menilai, modus ini sering kali menggunakan kendaraan yang telah dimodifikasi dengan tangki tambahan atau menampung bahan bakar untuk dijual kembali ke industri dan kapal nelayan dengan harga non-subsidi.

Kalau Polres tidak bergerak cepat, artinya ada pembiaran. Ini bukan hanya soal penyalahgunaan BBM, tapi soal keadilan energi bagi rakyat kecil yang kini kesulitan membeli solar untuk kebutuhan hidupnya,” tambahnya.

 

KMPI Bulukumba juga menilai lemahnya pengawasan Pertamina terhadap mitra-mitranya di daerah menjadi salah satu faktor utama mengapa praktik ilegal ini terus berulang. Amar meminta agar tim pengawasan internal Pertamina dan aparat kepolisian melakukan inspeksi mendadak (sidak) pada malam hari untuk membongkar rantai permainan yang diduga sistematis ini.

 

Penulis Riski

Penerbit:Redaksi 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *