Karyawan PNM Dihajar Anak Nasabah, Tekanan Pimpinan Diduga Jadi Pemicu

Bulukumba,Merahputihindonesia.com- Kekerasan terhadap pekerja lapangan kembali mencuat. Seorang karyawan PT Permodalan Nasional Madani (PNM) berinisial AR (21) menjadi korban penganiayaan brutal yang diduga kuat berkaitan dengan tekanan kerja berlebihan dari pimpinan internal perusahaan.

Peristiwa tersebut terjadi di wilayah hukum Polres Bulukumba, tepatnya di Desa Dannuang, Kecamatan Ujung Loe. Insiden bermula saat AR menjalankan tugas kunjungan lapangan pada Selasa, 6 Januari 2026, sekitar pukul 22.00 Wita.

Read More

Namun nahas, kunjungan kerja tersebut justru berakhir dengan tindakan kekerasan. Di lokasi, AR diduga dianiaya oleh anak dari salah satu nasabah PNM. Serangan tersebut mengakibatkan korban mengalami luka serius di bagian wajah serta beberapa bagian tubuh lainnya, sehingga harus segera mendapatkan penanganan medis darurat dan menjalani perawatan intensif di RSUD Sultan Daeng Radja Bulukumba.

Kasus ini menyita perhatian publik dan menuai kecaman dari kalangan aktivis. Rehan, aktivis Komite Merah Putih Indonesia (KMPI), menilai insiden tersebut bukan sekadar tindak kriminal biasa, melainkan dampak langsung dari sistem kerja yang menekan karyawan lapangan tanpa perlindungan memadai.

“Ini adalah akibat dari tekanan pimpinan yang kelewatan. Karyawan dipaksa bekerja di jam rawan, dengan target yang tidak manusiawi, tanpa jaminan keamanan. Hampir semua karyawan menghadapi kondisi serupa, hanya saja kali ini berujung pada kekerasan fisik,” tegas Rehan.

KMPI mendesak Polres Bulukumba agar menindak tegas pelaku penganiayaan sesuai hukum yang berlaku. Selain itu, Rehan juga meminta agar pimpinan PNM Bulukumba segera diperiksa, termasuk di ranah Tipidter, atas dugaan pelanggaran ketenagakerjaan serta tekanan kerja yang melampaui batas kewajaran.

Tak hanya aparat penegak hukum, KMPI juga meminta Dinas UMKM, Koperasi, Transmigrasi, dan Tenaga Kerja Kabupaten Bulukumba untuk turun tangan melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap manajemen PNM Bulukumba.

“Kasus ini tidak boleh berhenti pada pelaku di lapangan saja. Jika sistem dan pimpinan yang menekan dibiarkan, maka kekerasan serupa akan terus terulang. Negara tidak boleh kalah oleh sistem kerja yang menindas pekerja,” pungkasnya.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak PNM Bulukumba belum memberikan keterangan resmi terkait insiden tersebut.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *