BULUKUMBA,Merahputihindonesia.com— Gema Milenial Bulukumba merespons berbagai isu negatif yang belakangan ditujukan kepada Bupati Bulukumba, Andi Muchtar Ali Yusuf, khususnya terkait infrastruktur jalan dan gaji tenaga kesehatan (nakes). Isu tersebut dinilai tidak sepenuhnya mencerminkan fakta dan mekanisme pemerintahan yang berlaku.
Koordinator Perempuan Gema Milenial Bulukumba, Wani, menyampaikan bahwa kritik seharusnya disampaikan secara objektif dengan merujuk pada data dan regulasi yang ada.
“Kami mengajak semua pihak untuk melihat persoalan ini secara utuh dan berbasis data. Beberapa isu yang berkembang, seperti gaji nakes dan PPPK, kerap disampaikan tanpa memahami tahapan birokrasi dan ketentuan penganggaran yang berlaku,” ujar Wani.
Mekanisme Anggaran dan PPPK
Menanggapi polemik PPPK paruh waktu, Wani menjelaskan bahwa Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Bulukumba telah ditetapkan sebelum diterbitkannya Surat Keputusan (SK) PPPK dari pemerintah pusat. Oleh karena itu, menurutnya, perlu pemahaman bersama agar tidak terjadi kesalahpahaman dalam menyikapi kebijakan daerah.
“Penetapan APBD memiliki tahapan yang jelas dan tidak bisa dilakukan secara mendadak. Ketika regulasi dari pusat terbit setelah APBD disahkan, tentu dibutuhkan penyesuaian sesuai aturan yang berlaku,” jelasnya.
Infrastruktur Jalan Perlu Dilihat Secara Proporsional
Terkait kritik atas kondisi jalan desa, Wani menilai perlu adanya pemahaman mengenai pembagian kewenangan antara pemerintah daerah, pemerintah desa, dan DPRD.
“Pembangunan infrastruktur jalan melibatkan banyak pihak sesuai dengan kewenangannya masing-masing. Karena itu, evaluasi sebaiknya dilakukan secara proporsional agar tidak terjadi kesalahan persepsi,” katanya.
Ia juga mengapresiasi partisipasi masyarakat dalam pembangunan melalui gotong royong, sembari menegaskan bahwa upaya tersebut berjalan seiring dengan program pemerintah daerah.
“Keterlibatan masyarakat melalui swadaya merupakan hal positif. Namun, di sisi lain, pemerintah daerah juga telah melakukan pembangunan infrastruktur jalan dalam skala besar yang manfaatnya dirasakan oleh masyarakat luas,” tambahnya.
Ajakan Menjaga Etika dan Fokus Pembangunan
Wani mengimbau agar kritik disampaikan secara konstruktif dan tidak menyentuh ranah pribadi pejabat publik.
“Kritik adalah bagian dari demokrasi, namun akan lebih baik jika disampaikan secara beretika dan fokus pada kebijakan serta kinerja. Mari kita jaga ruang publik tetap sehat demi kemajuan Bulukumba,” tuturnya.
Menutup pernyataannya, Wani menegaskan komitmen Gema Milenial Bulukumba untuk terus mendukung program pembangunan yang berorientasi pada kepentingan masyarakat.
“Kami menilai kepemimpinan Bupati Bulukumba berdasarkan kinerja dan capaian pembangunan. Harapan kami, seluruh elemen dapat bersinergi untuk mendorong Bulukumba agar terus berkembang,” pungkasnya.
