Bulukumba, Merahputihindonesia.com – Pekerjaan proyek preservasi jalan yang tengah berlangsung di sejumlah wilayah di Sulawesi Selatan mulai mendapat perhatian publik. Ketua DPK KMPI Bulukumba, Amar Ma’ruf, angkat bicara dan mengingatkan agar pelaksanaan proyek tersebut benar-benar mengedepankan kualitas pekerjaan.
Berdasarkan informasi yang tercantum pada papan proyek di lokasi, kegiatan tersebut merupakan Paket Penanganan Preservasi Jalan Paket 1 yang berada di bawah Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan melalui Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi.
Proyek ini mencakup beberapa wilayah, yakni Kota Makassar, Kabupaten Gowa, Kabupaten Sinjai, dan Kabupaten Bulukumba, dengan nilai kontrak mencapai Rp430.726.910.700 yang bersumber dari APBD Provinsi Sulawesi Selatan.
Kontrak pekerjaan tersebut tercatat ditandatangani pada 4 Desember 2025 dengan masa pelaksanaan 720 hari kalender. Adapun penyedia jasa dalam proyek ini adalah Permata – Tri Star – Kharisma (KSO) dengan manajemen konstruksi yang melibatkan PT Agrinas Pangan Nusantara (Persero), PT Jakarta Rencana Selaras, dan PT Bintang Inti Rekatama (KSO).
Menanggapi pekerjaan yang sedang berlangsung di lapangan, Amar Ma’ruf menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur yang menggunakan anggaran publik harus dikerjakan secara maksimal serta mengacu pada standar teknis yang telah ditetapkan.
Namun dari hasil pemantauan di lapangan, menurutnya terdapat beberapa kondisi yang patut menjadi perhatian. Salah satunya adalah pertemuan antara aspal lama dan bahu jalan yang terlihat belum sepenuhnya rata, yang berpotensi mempengaruhi kenyamanan serta ketahanan konstruksi jalan.
Selain itu, debu dan sisa material yang masih berserakan di badan jalan juga dinilai dapat mengganggu kenyamanan bahkan membahayakan pengguna jalan, khususnya pengendara sepeda motor yang melintasi jalur tersebut setiap hari.
Amar Ma’ruf juga menyoroti sambungan antara aspal dan bahu jalan yang menurutnya perlu dirapikan dan dipadatkan secara maksimal agar tidak menimbulkan kerusakan dini yang dapat mempengaruhi kualitas jalan dalam jangka panjang.
“Kita tentu mendukung setiap pembangunan yang bertujuan meningkatkan infrastruktur daerah. Namun kualitas pekerjaan harus menjadi prioritas utama, karena jalan ini akan digunakan masyarakat dalam jangka waktu yang panjang,” ujarnya.
Menurut Amar Ma’ruf, dengan nilai anggaran yang mencapai ratusan miliar rupiah, masyarakat tentu berharap pekerjaan yang dilakukan benar-benar berkualitas dan tidak terkesan dikerjakan secara asal-asalan.
“Kami mempertanyakan kualitas pekerjaan yang terlihat di lapangan. Proyek dengan anggaran sebesar ini seharusnya dikerjakan secara maksimal dan sesuai standar teknis,” tegasnya.
Ia juga meminta pihak yang berwenang, khususnya instansi terkait, untuk turun langsung ke lapangan guna memastikan bahwa pekerjaan tersebut benar-benar berjalan sesuai spesifikasi dan tidak menimbulkan persoalan di kemudian hari.
“Kami berharap ada perhatian serius dari pihak berwenang untuk melihat langsung kondisi pekerjaan di lapangan, sehingga kualitas pembangunan jalan benar-benar terjamin dan tidak merugikan masyarakat,” lanjut Amar Ma’ruf.
KMPI Bulukumba, kata dia, akan tetap menjalankan fungsi kontrol sosial sebagai bagian dari masyarakat untuk memastikan setiap pembangunan yang menggunakan anggaran negara berjalan secara transparan dan memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat.
