Usai Bagi Takjil, Pemuda Pancasila Bulukumba Santuni Tiga Panti Asuhan

BULUKUMBA, Merahputihindonesia.com — Senja belum benar-benar hilang ketika ratusan paket takjil ludes dibagikan di depan markas Polres Bulukumba. Namun bagi Pemuda Pancasila Kabupaten Bulukumba, langkah kebaikan hari itu belum selesai.

Usai aksi berbagi takjil, rombongan Majelis Pimpinan Cabang (MPC) langsung bergerak menyambangi tiga panti asuhan di wilayah Bulukumba, membawa paket makanan dan semangat kebersamaan yang hangat di bulan suci.

Read More

Tiga lembaga yang menjadi tujuan kunjungan yakni LKSA Ihyaun Nufus, Panti Asuhan Ar Riyadh, serta Panti Asuhan Depan SMA 8 Bulukumba. Kehadiran rombongan disambut senyum ceria anak-anak dan raut haru para pengurus panti, menghadirkan suasana penuh kehangatan yang sulit dilukiskan dengan kata-kata.

Ketua MPC Pemuda Pancasila Bulukumba, Andi Ifal Anwar, menegaskan bahwa Ramadan bukan sekadar momentum ibadah personal, tetapi juga panggilan sosial untuk hadir dan peduli.

“Berbagi bukan hanya soal memberi, tetapi tentang memastikan bahwa kehadiran kita benar-benar dirasakan. Ramadan mengajarkan kita untuk tidak membiarkan satu pun saudara berjalan sendiri,” ujarnya di sela-sela kunjungan.

Menurutnya, kegiatan berbagi ke panti asuhan merupakan agenda rutin tahunan, namun kali ini dikemas lebih terstruktur dan kolaboratif agar dampaknya semakin luas. Ia ingin memastikan bahwa energi positif yang dibawa organisasi benar-benar menyentuh hati masyarakat.

“Kami ingin adik-adik di panti tahu bahwa mereka memiliki banyak saudara. Mereka tidak sendiri. Itulah pesan yang ingin kami titipkan,” tambahnya.

Di beberapa titik, anggota dan anak-anak terlihat berbincang akrab, bercanda ringan, bahkan saling berbagi cerita. Kebersamaan itu menciptakan suasana kekeluargaan yang hangat, jauh dari kesan formalitas semata.

Kegiatan kemudian ditutup dengan doa bersama, memohon keberkahan untuk semua. Malam pun turun perlahan, tetapi jejak kepedulian yang ditinggalkan tetap menyala menjadi pengingat bahwa Ramadan bukan hanya tentang menahan diri, melainkan tentang memperluas makna kebaikan hingga ke hati sesama

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *