Pemuda Pancasila Bulukumba Gelar Maulid Nabi: Membangun Persaudaraan di Tengah Arus Modernisasi

Merahputihindonesia.comBULUKUMBA — Di tengah derasnya arus modernisasi yang kerap menuntut manusia berpacu dengan waktu dan teknologi, Pemuda Pancasila Kabupaten Bulukumba memilih untuk berhenti sejenak—merenung dan menyalakan kembali lentera spiritual.

Sabtu sore (12/10/2025), aula MAN 2 Bulukumba menjadi saksi khidmat peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang digelar oleh Majelis Pimpinan Cabang (MPC) Pemuda Pancasila Bulukumba.

Read More

 

Dengan tema “Menerapkan dan Memperkokoh Persaudaraan dengan Meneladani Rasulullah SAW di Era Modernisasi dalam Lingkup Organisasi,” kegiatan ini  menjadi momentum reflektif untuk meneguhkan arah moral dan nilai keislaman dalam tubuh organisasi kepemudaan tertua di negeri ini.

 

Makna di Balik Peringatan

Dalam sambutannya, Ketua MPC Pemuda Pancasila Kabupaten Bulukumba, Dr. Andi Ifal Anwar, SH., MH., menegaskan bahwa Maulid Nabi sejatinya bukan hanya sekadar acara seremonial, melainkan ruang introspeksi untuk menghidupkan kembali semangat dan akhlak Rasulullah SAW dalam kehidupan berorganisasi.

 

Kegiatan keagamaan seperti ini tampak sederhana, tetapi sesungguhnya menyimpan makna yang dalam. Melalui Maulid, kita diajak untuk memperkuat keimanan, memperkokoh persaudaraan, dan mengembalikan orientasi perjuangan kita kepada nilai-nilai kemanusiaan yang diajarkan Rasulullah,” ungkapnya dalam nada yang meneduhkan.

 

Menurutnya, modernisasi memang membawa kemajuan pesat di bidang teknologi, ekonomi, dan informasi, namun sering kali juga mengikis sendi-sendi kemanusiaan dan spiritualitas. Dalam konteks ini, nilai keteladanan Rasulullah SAW menjadi pedoman utama agar manusia tidak kehilangan arah moral di tengah kemajuan zaman.

Pemuda Pancasila tidak boleh kehilangan ruh moral dan spiritualnya. Tanpa iman dan akhlak, kekuatan hanya akan menjadi jasad tanpa jiwa. Kita harus meneladani Rasulullah dalam bersikap, dalam berorganisasi, dan dalam melayani sesama,” tegasnya.

 

Refleksi dan Kebersamaan

Lantunan shalawat menggema lembut di seluruh aula. Suara para kader berpadu dengan gema doa dan zikir, menghadirkan suasana yang syahdu dan mempersatukan setiap hati dalam satu ikatan: ukhuwah Islamiyah.

Di antara barisan peserta tampak hadir sejumlah tokoh masyarakat, perwakilan Dinas Sosial, dan jajaran pengurus MPC yang mengenakan seragam oranye khas Pemuda Pancasila—mereka larut dalam refleksi spiritual yang langka terjadi di tengah hiruk-pikuk aktivitas sosial dan politik.

 

Bagi sebagian kader muda, Maulid kali ini terasa berbeda. Ada semacam kesadaran baru yang tumbuh: bahwa perjuangan di jalan organisasi tak bisa dilepaskan dari dimensi keimanan. Bahwa menjadi kader bukan hanya tentang kekuatan fisik dan loyalitas struktural, tetapi juga tentang kesetiaan moral terhadap nilai kebenaran dan keadilan.

 

Menemukan Titik Temu: Pancasila dan Rasulullah

Momentum Maulid ini menjadi refleksi mendalam bahwa ajaran Rasulullah SAW dan nilai Pancasila sejatinya berkelindan dalam satu poros: kemanusiaan.

Rasulullah menanamkan prinsip ukhuwah, keadilan, dan rahmah nilai yang juga menjadi jantung dari Pancasila sebagai falsafah bangsa. Dari sinilah Pemuda Pancasila Bulukumba ingin menegaskan bahwa spiritualitas dan nasionalisme bukan dua kutub yang berseberangan, melainkan dua napas dalam satu tubuh perjuangan.

 

Kita ingin Pemuda Pancasila menjadi wadah kader yang bukan hanya tangguh secara ideologis, tetapi juga lembut hatinya, jujur niatnya, dan bersih pengabdiannya,” ujar Dr. Ifal menutup sambutan.

 

Menyalakan Lentera Moral

Kegiatan tersebut menandai bukan hanya peringatan kelahiran Nabi Muhammad SAW, tetapi juga kelahiran kembali semangat moral di tubuh organisasi.

Di tengah derasnya arus digitalisasi dan hedonisme modern, Pemuda Pancasila Bulukumba berkomitmen menjadikan nilai spiritual sebagai fondasi perjuangan sosial, kebangsaan, dan kemanusiaan.

 

Dari aula sederhana itu, gema Maulid seolah menjadi pesan abadi: bahwa kekuatan sejati sebuah organisasi tidak diukur dari banyaknya anggota atau besarnya pengaruh politik, tetapi dari sejauh mana ia menjaga nurani dan menebarkan nilai-nilai kebaikan.

 

Dengan semangat Maulid Nabi, Pemuda Pancasila Bulukumba menatap masa depan dengan hati yang lebih teduh, langkah yang lebih berjiwa, dan tekad untuk menjadikan nilai-nilai Rasulullah SAW sebagai kompas dalam setiap gerak perjuangan.

 

 

 

 

Penulis Andi wani

Penerbit Redaksi