Partai Gelora Sulsel Teguhkan Spirit Kepemimpinan Melayani Lewat Leaders Meet Up: “Sama Teruski Bantu Rakyat”

Merahputihindonesia.com — Makassar – Di tengah derasnya arus perubahan sosial, ekonomi, dan politik yang kian kompleks, Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Indonesia Wilayah Sulawesi Selatan menegaskan kembali arah perjuangan dan jati dirinya. Melalui kegiatan Leaders Meet Up, yang digelar di tiga zona daerah pemenangan, partai besutan Anis Matta dan Fahri Hamzah ini menghadirkan semangat baru dalam membangun pola kepemimpinan yang lebih membumi kepemimpinan yang lahir dari rakyat dan untuk rakyat.

 

Kegiatan ini mengusung tema “Sama Teruski Bantu Rakyat”, sebuah kalimat sederhana dengan makna yang dalam. Ia bukan hanya slogan, melainkan kompas moral yang menuntun seluruh kader dan pengurus Gelora untuk kembali kepada hakikat sejati politik: pengabdian.

 

Di setiap sudut ruangan tempat kegiatan ini berlangsung, terlihat wajah-wajah antusias para kader dari berbagai daerah. Ada yang datang dari Bone, Sinjai, hingga Bulukumba, membawa semangat yang sama  ingin belajar, mendengar, dan menyatu dalam satu tekad besar: menjadikan Partai Gelora sebagai gerakan politik yang solutif, progresif, dan penuh empati.

 

Politik Solusi, Bukan Sensasi

Dalam sambutannya, Ketua DPW Partai Gelora Sulsel, Mudzakkir Ali Djamil atau yang akrab disapa MUDA, menegaskan bahwa arah politik Gelora berbeda dari arus besar politik kekuasaan yang kerap memecah belah. Gelora, katanya, ingin menjadi rumah ide dan gerakan yang menghadirkan solusi nyata atas berbagai problem rakyat.

Kepemimpinan yang kita bangun di Gelora harus hadir dengan solusi, bukan sekadar janji,” tegas MUDA dengan suara lantang.Kita ingin memastikan bahwa di setiap lapisan pengurus, semangat membantu rakyat itu benar-benar hidup, tidak hanya diucapkan.”

 

Menurutnya, politik hari ini terlalu sering disandera oleh kepentingan sesaat. Padahal, hakikat kepemimpinan adalah kemampuan untuk hadir dengan empati dan tindakan nyata. Karena itu, Gelora Sulsel berkomitmen membangun kader yang bukan hanya loyal pada partai, tetapi juga pada nilai kemanusiaan.

Rakyat tidak butuh pemimpin yang hanya datang saat kampanye. Mereka butuh sosok yang tetap hadir ketika kesulitan datang,” tambahnya.

 

Meneguhkan Arah dan Etika Kepemimpinan

Kegiatan Leaders Meet Up ini tidak berhenti pada seremoni. Di dalamnya, berbagai sesi pelatihan, forum diskusi, hingga sesi berbagi pengalaman menjadi ruang interaktif bagi peserta untuk memperkuat karakter dan wawasan politik.

 

Setiap pembicara mendorong para kader agar memahami bahwa menjadi pemimpin bukan sekadar memegang jabatan, melainkan menegakkan nilai dan keadilan. Politik yang melayani, kata mereka, harus berangkat dari hati yang jernih dari niat yang tulus untuk mengabdi, bukan mendominasi.

 

Sekretaris DPW Gelora Sulsel, Syahrul Mubarak, menambahkan bahwa semangat “Sama Teruski Bantu Rakyat” adalah napas yang akan terus menuntun langkah Gelora, di Sulsel dan di seluruh Indonesia.

Kami tidak ingin hanya hadir menjelang pemilu, lalu menghilang setelahnya,” ujar Syahrul.

Gelora ingin menjadi kekuatan politik yang selalu ada di tengah rakyat, di setiap fase kehidupan mereka mendengar, membantu, dan menenangkan.”

 

Syahrul juga menegaskan bahwa konsolidasi ini bukan sekadar memperkuat struktur organisasi, tetapi juga memperkokoh fondasi ideologis partai agar tetap teguh di tengah godaan pragmatisme politik.

 

Dari Bulukumba, Gelombang Itu Menggema

Dari wilayah selatan Sulawesi, semangat itu menggema kuat. Di Kabupaten Bulukumba, Ketua DPD Partai Gelora, Andi Syamsir, menegaskan bahwa tagline “Sama Teruski Bantu Rakyat” akan menjadi roh gerakan politik Gelora di tanah Butta Panrita Lopi tersebut.

 

Komitmen Gelora dengan tagline Sama Teruski Bantu Rakyat akan kami gelorakan di Kabupaten Bulukumba,” ujar Andi Syamsir.

Saya selaku ketua akan tetap tegak lurus dengan cita-cita partai dan mewajibkan seluruh kader menjadi bagian terdepan untuk mewujudkan cita-cita mulia tersebut.”

 

Andi Syamsir menambahkan, kepemimpinan yang dibangun Gelora di Bulukumba akan bersandar pada kesetiaan terhadap rakyat. Ia menegaskan bahwa politik tidak boleh hanya menjadi alat perebutan kekuasaan, melainkan sarana untuk memperkuat solidaritas sosial dan keadilan.

 

Karena Gelora bersama rakyat, dan akan tetap setia terhadap rakyat  terkhusus di Kabupaten Bulukumba,” ujarnya penuh keyakinan.

Kami ingin rakyat merasakan bahwa politik tidak harus menakutkan, tetapi bisa menjadi jalan perubahan yang membawa manfaat.”

 

Di Bulukumba sendiri, kader-kader Gelora mulai aktif bergerak di berbagai lini sosial, mulai dari pemberdayaan pemuda, kegiatan sosial kemasyarakatan, hingga advokasi publik. Semua dilakukan dengan prinsip sederhana: hadir, mendengar, dan memberi solusi.

 

Membangun Politik Berbasis Kebermanfaatan

Leaders Meet Up bukan sekadar agenda tahunan partai, melainkan proses pembentukan karakter kolektif. Di tengah situasi politik yang penuh drama dan kepentingan jangka pendek, Gelora menawarkan alternatif: politik yang tenang, berpikir jernih, dan bertindak nyata.

 

Kegiatan ini juga menjadi ajang konsolidasi ide dan strategi. Para kader diajak memahami pentingnya membangun komunikasi politik yang santun, empati terhadap rakyat kecil, serta tangguh menghadapi perubahan zaman yang cepat.

Gelora hadir bukan untuk menjadi bagian dari hiruk pikuk politik transaksional, tetapi untuk memperjuangkan politik yang mencerahkan dan menenangkan,” ungkap salah satu peserta dari Luwu Raya.

 

Politik yang Menyejukkan, Bukan Memecah Belah

Dari Sulawesi Selatan, Gelora ingin menunjukkan wajah baru politik Indonesia  politik yang berjiwa besar, berlandaskan nilai kemanusiaan, dan menjunjung tinggi kolaborasi lintas kelompok.

Leaders Meet Up menjadi simbol bahwa politik bisa dijalankan dengan semangat gotong royong, bukan konflik; dengan keikhlasan, bukan ambisi pribadi.

 

Dalam konteks bangsa yang kerap terbelah oleh narasi kebencian, pesan

Sama Teruski Bantu Rakyat” hadir sebagai penawar. Ia menegaskan bahwa kekuasaan bukanlah tujuan, melainkan alat untuk membawa kesejahteraan dan kedamaian.

 

Gelora percaya, perubahan besar selalu dimulai dari langkah-langkah kecil yang konsisten. Dari kepedulian yang tumbuh, dari dialog yang jujur, dan dari kehadiran politik yang melayani.

 

 Dari Sulsel, Gelombang Kebaikan Itu Terus Bergulir

Kini, semangat itu terus mengalir dari kota hingga pelosok. Dari Makassar ke Bone, dari Sinjai hingga Bulukumba, kader-kader Gelora bergerak dalam satu irama sama teruski bantu rakyat.

 

Partai Gelora ingin menanamkan keyakinan bahwa masa depan politik Indonesia hanya akan berarti bila dijalankan dengan hati yang bersih dan niat yang tulus. Politik bukan lagi tentang siapa yang paling kuat, tapi siapa yang paling peduli.

 

Dan dari Sulawesi Selatan, gelombang kebaikan itu terus bergulung  menyapa setiap hati yang masih percaya bahwa perubahan sejati hanya akan lahir dari keberanian untuk melayani.

 

 

 

 

Penulis Fitriani

Penerbit Redaksi