Bulukumba,Merahputihindonesia.com – Partisipasi generasi muda dalam pemerintahan desa kembali mencuat. Seorang pemuda asal Desa Barugariattang, Rifki, menyatakan kesiapannya maju sebagai calon anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD).
Desa yang berada di wilayah Kecamatan Bulukumpa ini menjadi salah satu kawasan di Kabupaten Bulukumba yang tengah mendorong penguatan tata kelola pemerintahan desa berbasis partisipasi masyarakat.
Langkah Rifki dinilai sebagai bagian dari meningkatnya kesadaran politik anak muda di tingkat desa. Ia ingin memastikan generasi muda tidak hanya menjadi penonton dalam proses pembangunan, tetapi ikut terlibat dalam pengambilan keputusan.
Rifki menilai BPD memiliki posisi penting dalam sistem pemerintahan desa. Lembaga tersebut berfungsi membahas dan menyepakati rancangan peraturan desa bersama kepala desa, menampung dan menyalurkan aspirasi masyarakat, serta melakukan pengawasan terhadap jalannya pemerintahan desa.
“BPD bukan sekadar lembaga formal. Ini adalah ruang representasi masyarakat. Pemuda juga bagian dari masyarakat yang harus punya ruang di sana,” ujarnya.
Ia menyoroti sejumlah isu yang dekat dengan generasi muda, mulai dari peluang kerja di desa, pengembangan ekonomi kreatif, literasi digital, hingga penguatan partisipasi sosial.
Rifki mengaku telah mempelajari tugas dan fungsi BPD sebelum memutuskan maju. Ia juga mulai melengkapi persyaratan administrasi yang dibutuhkan dalam proses pencalonan.
Tak hanya itu, ia aktif berdiskusi dengan warga serta tokoh masyarakat guna menyerap aspirasi yang berkembang.
“Saya tidak ingin maju hanya karena semangat. Saya ingin maju karena siap dan memahami tanggung jawabnya,” katanya.
Tren Anak Muda Masuk Lembaga Desa
Keterlibatan generasi muda dalam lembaga desa dinilai dapat memperkuat transparansi dan menghadirkan inovasi dalam tata kelola pemerintahan. Pendekatan berbasis teknologi dan komunikasi publik yang lebih terbuka menjadi nilai tambah yang dibawa anak muda.
Partisipasi ini juga dinilai sejalan dengan upaya penguatan demokrasi desa dan pembangunan berbasis kebutuhan lokal.
Rifki menegaskan akan mengikuti seluruh proses dan mekanisme pencalonan sesuai aturan yang berlaku. Ia menyebut langkahnya sebagai bentuk tanggung jawab moral terhadap desa.
“Kalau generasi muda tidak mulai terlibat sekarang, kapan lagi?” ucapnya.
Hingga kini, jadwal resmi proses seleksi dan penetapan anggota BPD Desa Barugariattang masih menunggu pengumuman panitia. Namun, langkah Rifki menjadi sinyal kuat bahwa anak muda di Bulukumba mulai mengambil peran lebih aktif dalam panggung demokrasi desa.
