KMPI Bulukumba Kecam Dugaan Penyelewengan Solar Subsidi di Pesisir Kajang

Bulukumba,Merahputihindonesia.com- Dugaan praktik ilegal bongkar muat solar subsidi terendus terjadi di wilayah pesisir Lingkungan Kassi, Kelurahan Tanah Jaya, Kecamatan Kajang, Kabupaten Bulukumba. Aktivitas tersebut diduga dikelola oleh seorang warga berinisial L, yang disebut-sebut menjalankan penampungan dan distribusi solar subsidi dalam skala besar.

Informasi yang dihimpun menyebutkan, solar subsidi tersebut diduga berasal dari beberapa SPBU yang berada di wilayah Kabupaten Bulukumba. BBM bersubsidi itu kemudian ditampung menggunakan jerigen dalam jumlah besar di salah satu rumah warga yang berada di kawasan pesisir Lingkungan Kassi, Kelurahan Tanah Jaya.

Read More

Selanjutnya, ratusan jerigen solar subsidi itu diduga diangkut menggunakan kapal nelayan melalui area sandar kapal di pesisir Lingkungan Kassi, tepatnya di sekitar kawasan pemukiman warga. Solar tersebut disebut-sebut akan dikirim ke salah satu perusahaan yang berada di Provinsi Sulawesi Tengah.

Aktivitas bongkar muat yang berlangsung di kawasan pesisir itu memicu keresahan warga sekitar. Masyarakat setempat mengeluhkan dampak aktivitas tersebut, terutama karena ketersediaan solar subsidi di Kabupaten Bulukumba dinilai semakin langka dan sulit diperoleh oleh nelayan serta warga yang berhak.

Salah seorang warga pesisir Lingkungan Kassi yang enggan disebutkan namanya mengaku resah dengan aktivitas tersebut.

“Kalau malam sering terlihat bongkar muat jerigen di sekitar pantai. Kami sebagai warga merasa terganggu dan heran, karena solar sekarang susah didapat, tapi di sini malah seperti ada penampungan besar,” ungkapnya.

Menanggapi hal tersebut, Aktivis Komite Merah Putih Indonesia (KMPI) Kabupaten Bulukumba, Reski Arianto, mengecam keras dugaan praktik bongkar muat dan distribusi ilegal solar subsidi di wilayah pesisir Kecamatan Kajang.

“Kami mendesak aparat penegak hukum untuk segera turun tangan melakukan penyelidikan secara serius. Jangan sampai praktik seperti ini dibiarkan, karena dampaknya langsung dirasakan oleh masyarakat, khususnya nelayan dan warga kecil,” tegas Reski.

Reski menegaskan, jika dugaan tersebut terbukti, maka praktik itu merupakan kejahatan serius terhadap distribusi BBM subsidi yang merugikan negara serta memperparah kelangkaan solar subsidi di Bulukumba.


Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak terduga maupun aparat penegak hukum terkait dugaan aktivitas tersebut.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *