MerahPutihIndonesia.com- Bulukumba – Riuh sorak sorai penonton di Stadion Mini Bulukumba pecah pada Selasa sore (23/9/2025). Dua raksasa sepak bola pelajar kembali berhadapan dalam partai puncak Liga Pelajar Indonesia (LPI) 2025: SMAN 2 Bulukumba, yang lebih populer dengan sebutan SMA Tanete, melawan rival bebuyutannya, SMAN 3 Bulukumba.
Atmosfer final tahun ini terasa berbeda. Kedua tim sudah saling berhadapan di final LPI 2024. Kala itu, SMA Tanete sukses menggagalkan mimpi SMAN 3 menjadi juara. Kini, satu tahun berselang, duel klasik kembali terulang dengan tensi yang jauh lebih tinggi.
Sejak peluit awal dibunyikan, kedua kesebelasan langsung menampilkan permainan cepat dan penuh tensi. Serangan demi serangan saling berbalas, namun rapatnya lini pertahanan membuat peluang emas sulit tercipta. Hingga 2×40 menit waktu normal berakhir, skor kacamata 0-0 tak kunjung berubah.
Pertandingan pun harus ditentukan lewat drama adu penalti. Di sinilah mental para pemain benar-benar diuji. Stadion mendadak sunyi setiap kali eksekutor melangkah, hanya untuk kembali bergemuruh saat bola bersarang di gawang.
Sayangnya bagi SMAN 3, dua eksekutor mereka gagal menyelesaikan tugas dengan baik. Sementara itu, algojo SMA Tanete tampil lebih percaya diri. Empat penendang mereka berhasil menaklukkan kiper lawan. Adu tos-tosan pun berakhir dengan skor 4-2 untuk SMA Tanete.
Kemenangan ini sontak disambut euforia para pemain, pelatih, dan suporter yang tak henti-hentinya meneriakkan yel-yel kebanggaan mereka. Tangis haru bercampur tawa lepas menjadi bukti betapa gelar ini sangat berarti.
Muhammad Heriadil, pemain SMA Tanete yang akrab disapa Tebe, mengaku kemenangan ini adalah buah kerja sama, bukan permainan individu.
“Alhamdulillah, kami kembali juara. Ini hasil kerja keras dan kekompakan semua lini. Kami bermain sebagai satu tim, bukan mengandalkan satu-dua orang saja,” ujarnya penuh rasa syukur.
Dengan kemenangan ini, SMA Tanete resmi mempertahankan mahkota juaranya dua tahun berturut-turut. Lebih dari sekadar prestasi, hasil ini menjadi penegas dominasi mereka di kancah sepak bola pelajar Bulukumba. Sementara itu, SMAN 3 Bulukumba kembali harus puas menjadi runner-up untuk kali kedua, sekaligus menyimpan bara dendam untuk musim depan.
Final ini bukan sekadar laga, tapi sebuah drama yang memperlihatkan gairah, mental, dan sportivitas anak muda Bulukumba. Sepak bola pelajar kembali membuktikan bahwa di balik sorak-sorai penonton dan gemerlap piala, ada semangat pantang menyerah yang terus menyala.
