Bulukumba Jadi Tuan Rumah TPID Zona I, Bahas Strategi Tekan Inflasi dan Ketahanan Pangan

“Per September 2025, inflasi Sulsel berada di angka 2,32 persen. Bulukumba justru lebih rendah, hanya 2,15 persen terendah kedua setelah Kota Makassar,” ungkap Wahyu disambut tepuk tangan peserta.

Ia menambahkan, meski Sulsel sempat mengalami deflasi 0,17 persen pada Agustus, kewaspadaan tetap diperlukan agar penurunan harga tidak berdampak pada daya beli masyarakat.

Read More

Pemprov Sulsel Peringatkan Potensi Melemahnya Daya Beli

Dr. Since Erna Lamba dari Pemprov Sulsel mengapresiasi sinergi TPID Bulukumba dan BI dalam menekan inflasi. Namun, ia menekankan agar capaian deflasi tidak membuat daerah lengah.

“Deflasi bisa menjadi sinyal menurunnya daya beli masyarakat. Karena itu, kita perlu menggerakkan ekonomi lokal berdasarkan potensi unggulan masing-masing daerah,” tegasnya.

Menurutnya, setiap kabupaten di Zona I harus memaksimalkan kekuatan sektoralnya mulai dari pertanian, perikanan, hingga pariwisata agar tidak hanya menjaga harga, tetapi juga menumbuhkan pendapatan masyarakat.

Menuju Ketahanan Ekonomi Daerah yang Mandiri

Melalui pertemuan TPID Zona I ini, Bulukumba memperkuat posisinya sebagai daerah dengan sistem pengendalian inflasi yang tangguh dan berbasis masyarakat.

Langkah-langkah yang diambil mencerminkan keseriusan Pemkab dalam membangun ketahanan ekonomi jangka panjang melalui sinergi lintas sektor dan kolaborasi regional.

Data Inflasi Terkini:Inflasi Year-on-Year (YoY) September 2025: 2,80%Indeks Harga Konsumen (IHK): 107,90(di bawah rata-rata nasional 108,74 dan provinsi 108,72)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *