Bulukumba – Merahputihindonesia.com – Komitmen Lapas Bulukumba dalam membangun Zona Integritas menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih Melayani (WBBM) terus menuai respons positif dari berbagai elemen masyarakat. Salah satunya datang dari Bendahara Umum Karang Taruna Kabupaten Bulukumba, Dhadang Darmawan, yang menilai bahwa Lapas Bulukumba saat ini telah menunjukkan perubahan nyata yang patut diapresiasi.
Menurut Dhadang Darmawan, Lapas Bulukumba tidak hanya berbenah secara fisik, tetapi juga mengalami transformasi perilaku, sistem tata kelola, dan budaya kerja. Ia mengungkapkan bahwa perubahan tersebut mencerminkan keseriusan jajaran Lapas dalam membangun atmosfer pemasyarakatan yang bersih, tertib, dan berintegritas.
“Selain aspek kebersihan dan penataan lingkungan yang kini semakin teratur, saya melihat kedisiplinan di dalam Lapas Bulukumba meningkat signifikan. Penegakan aturan berjalan lebih ketat dan profesional, bukan hanya oleh petugas Polsuspas, tetapi juga tercermin dari perilaku warga binaan yang kini lebih tertib dan bertanggung jawab,” tutur Dhadang Darmawan.
Ia menambahkan, hal menarik dari proses perubahan ini adalah tumbuhnya rasa tanggung jawab warga binaan saat diberi amanah oleh pegawai lapas. Banyak dari mereka yang dipercaya mengemban tugas administrasi, kebersihan, pelayanan internal, bahkan kegiatan pembinaan keagamaan dan kewirausahaan. Menurutnya, kepercayaan itu dibalas dengan sikap disiplin, kejujuran, dan dedikasi.
“Ini bukan hanya soal kebersihan, tetapi soal bagaimana Lapas Bulukumba berhasil membangun integritas dan etika kerja di dalam lingkungan pemasyarakatan. Ketika warga binaan diberikan tugas, mereka mampu menjalankannya dengan penuh tanggung jawab. Ini hal positif yang jarang terlihat sebelumnya,” ujarnya.
Dhadang Darmawan juga menyebut bahwa penerapan Zona Integritas di Lapas Bulukumba bukan hanya bermanfaat bagi institusi, tetapi juga menjadi model pembinaan karakter dan mental bagi warga binaan agar siap kembali ke masyarakat dengan bekal yang lebih baik.
Menurutnya, lembaga pemasyarakatan bukan sekadar tempat menjalani hukuman, tetapi juga tempat rehabilitasi moral, sosial, dan spiritual. Dengan manajemen yang transparan, pembinaan yang terarah, serta disiplin yang kuat, Lapas dapat menjadi pusat reintegrasi sosial yang sesungguhnya.
“Jika transformasi seperti ini terus berjalan, saya yakin Lapas Bulukumba bisa menjadi role model bukan hanya di Sulawesi Selatan, tapi juga di tingkat nasional. Kami dari Karang Taruna Bulukumba mendukung penuh dan siap bersinergi untuk berbagai program pemberdayaan dan pembinaan,” tegasnya.
Pada akhir pernyataannya, ia berharap komitmen Lapas Bulukumba dalam membangun Zona Integritas benar-benar berkelanjutan, tidak hanya formalitas, dan mampu melahirkan perubahan kultur pemasyarakatan yang modern, humanis, dan bebas dari praktik-praktik penyimpangan birokrasi.
