Aktivis Bulukumba Desak Kapolres: “Tangkap Bandar Besar, Jangan Hanya Kelas Teri!”

Bulukumba – MerahputihIndonesia.com – Gelombang keresahan masyarakat Bulukumba terhadap peredaran narkoba kian memuncak. Salah satu aktivis Bulukumba, Sul Rukka, dengan lantang mendesak Kapolres Bulukumba agar tidak hanya menangkap para pengguna dan pengedar kecil, tetapi juga memburu dan menangkap para bandar besar yang diduga bebas bergerak dan bahkan menikmati “perlindungan senyap”.

Menurut Sul Rukka, penangkapan terhadap pelaku kecil seolah menjadi rutinitas tahunan yang hanya menghasilkan kesan seolah-olah aparat telah bekerja. Namun, di balik serangkaian penangkapan itu, masih tersisa teka-teki besar: mengapa bandar sabu kelas kakap di Bulukumba tidak pernah tersentuh?

Read More

“Selama ini yang ditangkap hanya pemakai dan kaki tangan kecil.jaringan bandar besar sabu masih berkeliaran bebas. Polisi harus berani bongkar akar masalahnya, bukan hanya daun-daunnya,” tegas Sul Rukka dalam pernyataannya kepada media.

Beberapa informasi lapangan bahkan menyebutkan adanya titik-titik rawan yang diduga menjadi lokasi distribusi dan transaksi narkoba di beberapa kecamatan di Bulukumba. Namun ironisnya, lokasi tersebut seolah kebal dari penggerebekan.

Sul Rukka juga menegaskan bahwa peredaran sabu di Bulukumba diduga tidak hanya dikendalikan oleh individu, tetapi sudah menjadi jaringan terstruktur dan terorganisir. Jika tidak segera dilakukan tindakan serius dan menyeluruh, ia khawatir generasi muda Bulukumba akan menjadi korban penyalahgunaan narkoba secara masif.

Ia menantang aparat penegak hukum, khususnya Satresnarkoba Polres Bulukumba, untuk membuktikan keberanian dan komitmennya dalam membongkar jaringan bandar besar.

“Aparat jangan tebang pilih. Tangkap bandar sebenarnya, buka jaringan distribusinya, telusuri aliran uangnya. Kalau perlu libatkan Polda dan BNN untuk operasi gabungan. Jangan sampai ada kesan pembiaran atau permisif,” sambungnya.

Desakan ini bukan tanpa alasan. Sebab, data terakhir yang dihimpun oleh sejumlah komunitas pemuda menunjukkan bahwa penyalahgunaan narkoba di kalangan remaja dan usia produktif di Bulukumba mengalami peningkatan signifikan. Namun, penindakan terhadap bandar besar masih nihil.

Sul Rukka juga menyampaikan, jika penegakan hukum tidak menyentuh aktor intelektual dan bandar besar, maka pemberantasan narkoba hanyalah formalitas belaka.

“Penangkapan bandar besar adalah barometer keseriusan aparat. Kalau yang ditangkap hanya kelas teri, itu namanya bukan pemberantasan, tapi hanya pencitraan,” tutupnya.

Kini, masyarakat menanti langkah nyata dari Kapolres Bulukumba. Akankah jerat hukum akhirnya menyentuh para bandar besar? Ataukah perang melawan narkoba hanya berhenti pada poster, spanduk, dan slogan?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *