Kasus Pemukulan Massa Aksi KMPI, Berbulan-bulan Menggantung, Kini Dituntaskan Kanit Reskrim Baru Polsek Bulukumpa

MerahPutihIndonesia.com – Bulukumba, 30 September 2025 – Setelah berbulan-bulan menggantung tanpa kejelasan, kasus pemukulan terhadap massa aksi Komite Merah Putih Indonesia (KMPI) akhirnya menemukan titik terang. Peristiwa yang menimpa salah satu massa KMPI, Ahmad Rehan, pada 1 Juli 2025 silam di depan PT Lonsum itu kini berhasil dituntaskan oleh Unit Reskrim Polsek Bulukumpa.

 

Read More

Pria berinisial AS, yang diduga sebagai pelaku pemukulan, resmi diamankan oleh polisi. Langkah ini sekaligus menjadi gebrakan penting dari Kanit Reskrim Polsek Bulukumpa yang baru, Aiptu Ahmad Kahar, yang baru menjabat sekitar 30 hari.

 

Aksi Damai Berubah Ricuh

Insiden yang memicu perhatian luas itu terjadi ketika massa KMPI menggelar aksi demonstrasi menyoroti sejumlah isu masyarakat di sekitar PT Lonsum. Aksi yang semula berlangsung damai mendadak ricuh setelah terjadi pemukulan terhadap Ahmad Rehan. Peristiwa ini bukan hanya menimbulkan luka fisik bagi korban, tetapi juga meninggalkan luka demokrasi yang lebih dalam bagi para aktivis yang merasa ruang geraknya terancam.

 

Meski laporan telah masuk sejak Juli, kasus ini sempat berjalan lambat. Proses hukum yang dinilai tidak jelas membuat banyak pihak, khususnya KMPI, mempertanyakan keseriusan aparat penegak hukum dalam melindungi hak-hak warga negara.

 

Gebrakan Kanit Reskrim Baru

Kebuntuan kasus ini akhirnya terpecahkan setelah Aiptu Ahmad Kahar resmi menjabat sebagai Kanit Reskrim Polsek Bulukumpa. Dalam waktu singkat, tepatnya di bulan pertamanya menjabat, Ahmad Kahar berhasil mendorong percepatan penanganan kasus ini hingga akhirnya terduga pelaku diamankan.

Benar, terduga pelaku sudah kami amankan beberapa hari yang lalu.,” ujar Ahmad Kahar saat dikonfirmasi.

 

Langkah cepat ini dinilai sebagai angin segar bagi publik, khususnya bagi kalangan mahasiswa dan aktivis yang menuntut keadilan. Keberhasilan mengungkap kasus lama hanya dalam 30 hari masa jabatannya dianggap sebagai bukti keseriusan kepolisian di Bulukumpa dalam menegakkan hukum.

 

Sorotan Publik dan Tekanan Gerakan Mahasiswa

Amar Ma’ruf  Ketua KMPI Bulukumba menegaskan bahwa apa yang dialami Ahmad Rehan bukan sekadar kasus pemukulan biasa, melainkan bentuk intimidasi terhadap ruang demokrasi. Mereka menilai, kasus ini penting untuk dijadikan preseden agar aparat tidak abai terhadap tindak kekerasan yang menimpa warga sipil dalam menyampaikan aspirasi.

 

Kasus ini sempat terkatung-katung berbulan-bulan. Tapi kini akhirnya ada kejelasan setelah Kanit Reskrim baru turun tangan. Kami berharap proses hukum ini tidak berhenti di penangkapan pelaku, tapi juga menghadirkan keadilan penuh bagi korban dan semua pihak yang memperjuangkan demokrasi,” ujar Amar

 

Demokrasi yang Terluka

Kasus ini menjadi cermin bagaimana proses hukum di tingkat lokal kerap berjalan lambat hingga membutuhkan dorongan publik yang kuat. Namun dengan adanya gebrakan dari aparat baru, harapan akan hadirnya keadilan kembali tumbuh di kalangan masyarakat sipil

 

 

Penulis Zul Fajri 

Penerbit Redaksi 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *