Hari Tani Nasional: KMPI Sulsel Gempur Bulog, Bongkar Permainan Busuk di Bulukumba

MerahPutihIndonesia.com – Makassar – Menjelang peringatan Hari Tani Nasional 24 September 2025, Dewan Pimpinan Wilayah Komite Merah Putih Indonesia (DPW KMPI) Sulawesi Selatan menegaskan akan menggelar aksi unjuk rasa di Kota Makassar. Aksi ini tak sekadar seremoni tahunan, tetapi menjadi panggung perlawanan terhadap praktik-praktik yang diduga merugikan petani, terutama di Kabupaten Bulukumba.

 

Read More

Aksi akan dipusatkan di depan Kantor Bulog Sulsel, Jalan A.P. Pettarani, Makassar, dengan tuntutan tegas agar Bulog Sulsel dan Bulog Bulukumba berbenah. Surat pemberitahuan aksi resmi telah diterima Polrestabes Makassar, Selasa sore.

 

Wahid, Jenderal Lapangan DPW KMPI Sulsel, menegaskan bahwa petani hari ini sudah semakin tercekik. Bukannya dilindungi, mereka justru diduga menjadi korban permainan kotor oknum di tubuh Bulog.

 

“Bulog seharusnya menjadi benteng terakhir petani, bukan malah membuka ruang untuk mafia. Kalau praktek busuk ini terus dibiarkan, jangan salahkan kami jika jalanan dipenuhi perlawanan,” tegas Wahid.

 

Tuntutan DPW KMPI Sulsel di Hari Tani Nasional:

1. Mendesak Bulog menyerap gabah sesuai Harga Pembelian Pemerintah (HPP) tanpa main mata dengan tengkulak.

2. Menuntut Bulog menindaklanjuti serius surat edaran Bappenas yang dianggap mandek di meja birokrasi.

3. Menolak keterlibatan mitra dari luar wilayah kerja Bulog Bulukumba yang dituding menjadi pintu masuk permainan harga.

4. Mendesak investigasi atas oknum karyawan Bulog yang diduga menerima fee dari mitra tertentu.

5. Mendesak DPRD Bulukumba tidak tutup mata dan segera menekan Bulog agar berpihak kepada masyarakat.

6. Menuntut pembentukan satuan khusus di Bulog Sulsel untuk memantau kondisi petani langsung di lapangan.

7. Mendesak investigasi terhadap beras yang beredar di Bulukumba, diduga kuat beras oplosan merajalela tanpa pengawasan.

8. Mendesak Bulog Bulukumba segera menuntaskan administrasi keuangan yang berlarut-larut tanpa kejelasan.

 

Mafia Pangan Mengintai Petani

DPW KMPI Sulsel menilai, berbagai praktik yang terjadi di Bulog Bulukumba bukanlah hal sepele. Mulai dari keterlibatan mitra dari luar daerah, dugaan fee untuk oknum karyawan, hingga beras oplosan yang beredar di pasar, semuanya mengarah pada indikasi kuat adanya jaringan mafia pangan yang selama ini lolos dari jeratan hukum.

 

Bagi KMPI, fakta-fakta ini harus segera dibongkar. Sebab, jika Bulog terus bermain mata dengan pihak-pihak tertentu, maka petani hanya akan menjadi korban di tengah gempuran impor, tengkulak, dan permainan pasar.

 

Dari Hari Tani ke Gelombang Perlawanan

Bagi KMPI, Hari Tani Nasional bukan sekadar perayaan, melainkan momentum untuk mengingatkan negara bahwa petani adalah tulang punggung bangsa. Jika pemerintah dan Bulog terus abai, aksi ini akan menjadi pintu masuk gelombang perlawanan yang lebih besar.

“Kami tidak akan berhenti di Makassar. Jika tuntutan ini diabaikan, kami siap memperluas konsolidasi di kabupaten-kabupaten. Hari Tani Nasional akan menjadi lonceng perlawanan petani Sulsel,” pungkas Wahid.

 

 

Redaksi