MerahPutihIndonesia.com – Bulukumba – Di tengah meningkatnya dinamika sosial masyarakat, upaya menjaga keamanan dan ketertiban tidak selalu harus dilakukan dengan cara yang kaku. Hal ini dibuktikan oleh Aipda Iwan Kurniawan, Bhabinkamtibmas Polres Bulukumba, yang memilih jalur tak biasa untuk menekan angka kriminalitas: melalui olahraga domino.
Nama Iwan Kurniawan bukanlah sosok asing bagi warga Bulukumba, terutama di kalangan pecinta domino. Di luar tugasnya sebagai anggota Polri, Iwan juga dikenal sebagai penggerak olahraga domino dan Ketua Gardu Panrita Lopi Berjaya, komunitas yang kini beranggotakan lebih dari 70 orang dari berbagai latar belakang profesi mulai dari TNI, Polri, pengusaha, pedagang, ASN, karyawan swasta, aktivis, hingga advokat.
Komunitas yang bermarkas di Warkop Sintuwu, Jalan Pinus, Kota Bulukumba ini telah berdiri selama dua tahun. Namun dalam waktu yang relatif singkat, Gardu Panrita Lopi Berjaya telah menjadi wadah penting bagi warga untuk menyalurkan hobi, membangun silaturahmi, dan menjauhkan diri dari perilaku negatif.
Domino Sebagai “Terapi Sosial”
Saat ditemui di markasnya, Iwan Kurniawan mengungkapkan filosofi yang mendasari gerakannya.
“Panrita Lopi Berjaya ini bukan sekadar tempat main domino, tapi wadah menuju jalan kebenaran. Melalui kegiatan ini, kita ingin membangun rasa kebersamaan dan menghidupkan semangat gotong royong di tengah masyarakat,” jelasnya.
Menurut Iwan, banyak orang yang sebelumnya memiliki kebiasaan negatif kini bertransformasi menjadi lebih produktif berkat kegiatan komunitas ini.
“Benar, lewat olahraga domino seseorang bisa meninggalkan kebiasaan buruk yang dulu sering dilakukan. Domino ini jadi sarana relaksasi dan transformasi dari hal-hal negatif menuju hal-hal positif,” tutupnya.
Olahraga, Komunitas, dan Pencegahan Kriminalitas
Pendekatan yang dilakukan Iwan Kurniawan memiliki logika sosial yang kuat. Aktivitas olahraga seperti domino bukan hanya mengisi waktu luang, tapi juga menjadi media komunikasi dan rekonsiliasi sosial. Ketika warga berkumpul dalam suasana santai, mereka lebih terbuka, lebih dekat dengan aparat, dan lebih mudah diarahkan untuk menjaga ketertiban.
Dalam konteks Bhabinkamtibmas, langkah ini sekaligus menjadi inovasi sosial-polisi humanis menghadirkan keamanan melalui kedekatan, bukan ketakutan.
Domino Kini Diakui dan Dilegalkan
Sebagai catatan penting, Majelis Ulama Indonesia (MUI) telah secara resmi menyatakan bahwa olahraga domino berstatus halal, selama dimainkan dengan tujuan positif dan bebas dari unsur perjudian. Hal ini memperkuat legitimasi kegiatan yang digagas oleh Gardu Panrita Lopi Berjaya sebagai bentuk pembinaan sosial dan olahraga rekreatif.
Menutup Jurang Sosial Lewat Domino
Apa yang dilakukan Aipda Iwan Kurniawan menjadi contoh kecil dari perubahan besar: bahwa keamanan tidak selalu ditentukan oleh patroli dan penindakan, tapi juga oleh pendekatan manusiawi dan sosial-kultural.
Melalui Gardu Panrita Lopi Berjaya, Iwan menunjukkan bahwa olahraga sederhana seperti domino pun bisa menjadi sarana membangun harmoni dan mencegah kriminalitas.
Sebuah langkah kecil, namun dengan dampak sosial yang besar meneguhkan makna sejati dari semboyan:
“Polisi hadir bukan hanya menjaga hukum, tapi juga menjaga hati masyarakat.”
Penulis Fitriani
Penerbit Redaksi
