Pencurian Menghantui Ujung Bulu, BMKI Desak Polisi Perkuat Patroli

Pencurian Menghantui Ujung Bulu, BMKI Desak Polisi Perkuat Patroli

BULUKUMBA,Merahputihindonesia.com — Keamanan wilayah Kecamatan Ujung Bulu, Kabupaten Bulukumba, kembali menjadi sorotan. Sejumlah warga mulai resah menyusul dugaan aksi pencurian yang menyasar rumah dalam keadaan kosong hingga kendaraan bermotor.

Informasi yang dihimpun menyebutkan, dugaan pencurian rumah kosong terjadi di kawasan Ela-Ela. Sementara itu, dugaan pencurian sepeda motor dilaporkan terjadi pada malam 15 Agustus 2026 di kawasan Jalan Appel, Kecamatan Ujung Bulu.

Rentetan laporan tersebut memunculkan keresahan sekaligus pertanyaan di tengah masyarakat: seberapa aman warga ketika meninggalkan rumah atau memarkir kendaraannya di wilayah pusat Kota Bulukumba?

Menanggapi kondisi tersebut, Sekertaris Barisan Muda Kesehatan Indonesia (BMKI) Cabang Bulukumba, April, meminta aparat kepolisian tidak menganggap persoalan keamanan sebagai perkara sepele.

Menurut April, jika laporan dugaan pencurian telah diterima dan ditangani Polsek Ujung Bulu, maka masyarakat perlu melihat langkah konkret aparat dalam mencegah kejadian serupa sekaligus mengungkap kasus yang telah dilaporkan.

“Ini harus menjadi perhatian serius. Jangan sampai masyarakat merasa tidak aman ketika meninggalkan rumah, bahkan kendaraan yang diparkir pun masih menjadi sasaran pencurian,” tegas April.

Ia mendorong kepolisian meningkatkan patroli, khususnya di kawasan permukiman, jalan yang minim pengawasan, serta titik-titik yang dianggap rawan. Menurutnya, setiap laporan warga semestinya tidak berhenti sebagai catatan, tetapi menjadi pintu masuk bagi aparat untuk melakukan penyelidikan secara serius.

April juga mengingatkan masyarakat agar tidak lengah. Kewaspadaan warga, kata dia, tetap diperlukan, terutama ketika rumah ditinggalkan dalam keadaan kosong dan kendaraan diparkir tanpa pengawasan.

Namun, ia menegaskan bahwa kewaspadaan masyarakat harus berjalan beriringan dengan kehadiran aparat di lapangan.

“Jangan menunggu banyak korban baru kemudian bertindak. Setiap laporan masyarakat harus menjadi bahan evaluasi untuk memperkuat pengamanan di Ujung Bulu,” ujarnya.

Bagi April, rasa aman bukan sekadar angka dalam laporan kamtibmas. Ia merupakan kebutuhan dasar warga yang harus benar-benar dirasakan dalam kehidupan sehari-hari.

Kini, publik menanti langkah konkret Polsek Ujung Bulu. Bukan hanya patroli setelah keresahan mencuat, tetapi pengamanan yang konsisten serta pengungkapan terhadap dugaan kasus pencurian yang telah dilaporkan.

Sebab, di tengah hiruk-pikuk pusat kota, ada pertanyaan yang tak boleh dibiarkan menggantung: apakah warga Ujung Bulu masih bisa merasa aman ketika rumah ditinggalkan dan kendaraan diparkir di jalan?

Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *