BULUKUMBA,MERAHPUTIHINDONESIA.COM Kelangkaan Pertalite di sejumlah SPBU kembali menjadi sorotan. Bukan semata soal stok, penggerebekan polisi di Jalan Puyuh, Kelurahan Caile, Kecamatan Ujung Bulu, Selasa (25/8/2026), justru mengungkap dugaan penimbunan BBM subsidi.
Polsek Ujung Bulu bersama Unit Tipiter Satreskrim Polres Bulukumba mengamankan dua terduga pelaku, satu unit pikap, serta puluhan jerigen yang diduga berisi Pertalite dan Solar.
Polisi menduga BBM tersebut dibeli dari sejumlah SPBU menggunakan pikap, kemudian dipindahkan ke jerigen dan disimpan sebelum diduga dijual kembali ke wilayah Kecamatan Kajang dengan harga lebih tinggi.
Kasi Humas Polres Bulukumba, Iptu Rahmat Kurniawan, S.Sos., M.H., membenarkan pengungkapan tersebut. Ia menyebut kasus masih dalam pendalaman penyidik, termasuk asal-usul BBM, modus, serta peran masing-masing pihak.
Ketua DPK KMPI Bulukumba, Amar Ma’ruf, meminta polisi tidak berhenti pada penggerebekan tersebut.
“Kalau memang ada penimbunan, jangan berhenti di gudang. Bongkar dari mana BBM diperoleh, siapa jaringannya, dan ke mana didistribusikan,” tegas Amar.
Menurutnya, praktik tersebut berpotensi merugikan masyarakat yang selama ini harus antre dan kesulitan mendapatkan Pertalite.
“Masyarakat antre di SPBU, jangan sampai ada yang justru menimbun BBM subsidi untuk keuntungan. Polres Bulukumba harus lebih massif memburu mafia BBM,” ujarnya.
Amar juga meminta penyidik menelusuri pola pembelian BBM di SPBU serta kemungkinan keterlibatan pihak lain dalam rantai distribusi tersebut.

