Bulukumba,Merahputihindonesia.com– Musim panen cengkeh yang seharusnya menjadi musim panen harapan bagi masyarakat justru dibayangi rasa cemas. Warga Lingkungan Kampung Baru, Bunga Harapan, Kelurahan Jawi-Jawi, Kecamatan Bulukumpa, mengaku kembali dihantui dugaan maraknya aksi pencurian yang membuat rasa aman semakin memudar.
Keresahan itu bukan tanpa alasan. Beberapa bulan lalu, kawasan tersebut sempat menjadi perhatian setelah sejumlah warga mengaku kehilangan ternak sapi yang diduga dicuri oleh orang tak dikenal. Kini, di tengah musim panen cengkeh, kekhawatiran serupa kembali mencuat.
Pada Kamis dini hari sekitar pukul 02.00 WITA, seorang pemuda setempat bernama Asrul mengaku memergoki dua orang tak dikenal memasuki pekarangan rumahnya. Menurut pengakuannya, kedua orang tersebut diduga mengambil sebuah karung yang berada di halaman rumah.
“Diduga mereka mengira karung itu berisi cengkeh sehingga dibawa. Namun, keesokan paginya saya menemukan kembali karung tersebut sekitar 200 meter dari rumah saya. Ternyata isinya bukan cengkeh, melainkan hanya karung sampah,” ujar Asrul.
Peristiwa itu semakin mempertebal kecemasan masyarakat. Warga khawatir hasil panen mereka menjadi sasaran pelaku kejahatan apabila tidak ada langkah pencegahan yang dilakukan sejak dini.
Asrul, yang mengaku mewakili aspirasi pemuda Bunga Harapan, mempertanyakan langkah Kepala Lingkungan Kampung Baru dalam menyikapi keresahan yang dirasakan masyarakat.
“Kami berharap Kepala Lingkungan tidak hanya menjadi penonton di tengah keresahan warga. Sudah saatnya ada langkah nyata, membangun koordinasi dengan masyarakat, mengaktifkan ronda malam, serta berkomunikasi dengan aparat keamanan agar lingkungan kami kembali aman,” tegasnya.
Selain itu, Asrul juga mendesak Kapolsek Bulukumpa untuk segera turun tangan dengan meningkatkan patroli dan pengamanan selama musim panen cengkeh berlangsung.
“Kami meminta Kapolsek Bulukumpa mengambil langkah konkret. Menurut penilaian kami, belakangan ini Bunga Harapan kembali dihantui rasa cemas akibat dugaan maraknya aksi pencurian. Jangan sampai masyarakat harus hidup dalam ketakutan setiap malam hanya untuk menjaga hasil jerih payahnya sendiri,” katanya.
Ia menambahkan, apabila tidak ada langkah nyata dari pemerintah setempat maupun aparat kepolisian, maka kepercayaan masyarakat terhadap penegakan hukum dikhawatirkan akan terus menurun.
“Negara harus hadir melalui tindakan nyata, bukan sekadar menunggu laporan setelah kejadian. Musim cengkeh seharusnya menjadi musim panen rezeki, bukan musim panen kecemasan. Kami berharap pemerintah dan aparat kepolisian segera bertindak agar masyarakat dapat bekerja dan beristirahat dengan rasa aman,” pungkas Asrul.

