BULUKUMPA,MERAHPUTIHINDONESIA.COM — Data penerima bantuan sosial di Kecamatan Bulukumpa kembali dipertanyakan. Di balik angka dan kategori desil yang tersusun rapi dalam sistem, kondisi di lapangan disebut menyimpan persoalan yang jauh lebih kusut.
Ketua PAC Pemuda Pancasila Kecamatan Bulukumpa, Amar Ma’ruf, mengatakan timnya menemukan sejumlah persoalan dalam pendataan desil Kartu Keluarga (KK) dan penerima Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT).
Menurut Amar, masih banyak warga yang dinilai layak menerima bantuan, tetapi justru tidak masuk sebagai penerima. Pada saat yang sama, terdapat warga yang dinilai sudah tidak memenuhi kriteria, namun namanya masih bertahan dalam daftar.
“Tim kami melihat langsung kondisi di lapangan. Ada masyarakat yang memang layak menerima, tetapi tidak mendapatkan bantuan. Sebaliknya, ada yang sudah tidak layak tetapi masih menerima,” kata Amar.
Yang lebih janggal, kata dia, terdapat pula nama warga yang telah meninggal dunia namun masih tercatat dalam data penerima bantuan.
“Bahkan ada yang sudah meninggal dunia, tetapi namanya masih ada sebagai penerima. Ini bukan persoalan kecil. Data seperti ini harus segera diperiksa,” ujarnya.
Amar mempertanyakan akurasi proses pendataan desil KK yang menjadi salah satu rujukan dalam menentukan kondisi sosial ekonomi keluarga. Menurut dia, angka dalam sistem semestinya tidak boleh mengalahkan kenyataan yang terlihat di depan mata.
Jangan sampai warga miskin hanya menjadi angka dalam data, sementara bantuan justru berputar pada nama yang tidak lagi memenuhi kriteria.
Ia mendesak pemerintah melakukan verifikasi ulang terhadap data penerima bansos di seluruh wilayah Kecamatan Bulukumpa. Pemutakhiran, kata dia, harus dilakukan dengan turun langsung ke lapangan dan melibatkan pemerintah desa serta masyarakat.
“Kalau datanya keliru, perbaiki. Kalau penerimanya sudah tidak memenuhi syarat, evaluasi. Kalau yang bersangkutan sudah meninggal, tentu harus segera diperbarui. Jangan biarkan data yang keliru terus menjadi dasar penyaluran bantuan,” kata Amar.
Pemuda Pancasila Bulukumpa menyatakan akan terus mengawal persoalan tersebut. Bagi Amar, bantuan sosial seharusnya menjadi jaring pengaman bagi masyarakat yang membutuhkan, bukan sekadar daftar nama yang terus diperbarui di atas kertas.
Sebab, ketika warga yang berhak justru tersingkir dari daftar, sementara nama yang sudah meninggal masih tercatat sebagai penerima, pertanyaan tentang seberapa akurat data bansos di Bulukumpa menjadi sulit untuk dihindari.

